Rabu, 25 April 2012

Vacation to Bogor botanical garden


     Beberapa hari  yang lalu ,kebetulan saya dan teman teman saya (dedi,ika,oca,feby,devi,nellam,dian) mendapat libur beberapa hari. Bosan dengan Jakarta ,kami ingin mencoba berpetualang  ke luar kota selain Jakarta . akhirnya,di pilihlah Bogor dan Kebun raya Bogor sebagai tujuannya. Berwisata ke Bogor bisa di golongkan sebagai wisata yang sangat murah meriah. Murah karena total biaya yang dikeluarkan  tidah lebih dari 50 ribu ( termasuk transport,tiket masuk,makan minumnya) . meriah karena disana ramai pengunjung ,tempatnya keren dan cocok untuk melepas penat.
         Pada malam hari sebelum berangkat kami memprepare barang bawaan kami , mulai dari makanan dan minuman dengan asumsi bahwa disetiap tempat wisata termasuk KRB (kebun raya bogor) harga makanan dan minuman melambung tinggi . oya,kami juga tidak lupa membawa payung karena untuk mewaspadai jika disana turun hujan ,karena di KRB sngat jarang sekali ditemukan tempat untuk meneduh jika turun hujan.
         Kami sempat kecewa , wisata kami ke KRB sempat hampir dibatalkan dikarnakan sebagian dari teman teman kami (devi,dian, nellam ) tidak jadi ikut, tapi pada akhirnya kamipun berangkat walaupun merasa agak sedikit kecewa karena sebagian mereka bertiga tidak ikut :’(
         Setelah berunding , kami memutuskan untuk naik transportasi kereta api krl . cukup ribet dan ribet memang  karna kami harus dua kali naik kereta , kami berangkat dari stasiun Parung panjang dengan krl ac seharga 6.000 rupiah menuju stasiun Tanah abang . kami mengira krl ke tanah abang sepi  , tapi ternyata dugaan kami salah.mungkin karena kami melakukan perjalanan di hari kerja,kamipun berdesak desak bahkan tidak bisa bergerak bebas. Setelah sampai di Stasiun Tanah abang kami harus membeli tiket lagi dan kami memutuskan membeli tiket krl ekonomi karena tidak ada krl ac yang langsung ke stasiun bogor .cukup 2.000 rupiah saja untuk membeli tiket krl ekonomi ini. Pejalanan Ke Bogor dengan krl Ekonomi dari stasiun Tanah abang membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit .setelah 18 stasiun kami lewati , akhirnya kami pun tiba di stasiun Bogor .
         Jam menunjukan pukul 12.00 WIB , setelah keluar dari stasiun Bogor,kami melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum bernomor trayek 02 (bubulak-sukasari).angkutan dari stasiun Bogor menempuh waktu sekitar 15 menit dan ongkos 2.000 rupiah saja,murah kan???. Sungguh memang kota seribu angkot ,karna angkot dari nomer trayek 01 sampai no.17 berjejer di sepanjang jalan .
          Sesampainya di Kebun raya Bogor (pintu 1) kami langsung menuju petugas loket dan saya membeli 5 buah tiket untuk saya dan teman teman saya . harga tiket masuk untuk wisata alam seperti KRB tidaklah terlampau mahal ,harga tiket hari libur hanya 10.000 rupiah dan hari biasa 9.500 rupiah per-orang .setelah membeli tiket kami langsung masuk ke dalam . oyaa , sebelum berpetualang di KRB saya akan menjelaskan sekilas tentang Kebun raya bogor . Kebun raya Bogor atau di singkat ( KRB ) adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di tengah kota Bogor . luasnya mencapai 87 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan .
tugu lady rafless
        Setelah berada di dalam krb , mata kami langsung tertuju kepada suatu bangunan yaitu tugu lady rafless ,adalah sebuah bangunan uni yang mempunyai sejarah . dilanjutkan kesebuah kolam jernih dengan view sebuah bangunan gedung berwarna putih yang dinamakan Istana Bogor. Perjalanan kami lanjutkan ke museum Zoologi ,disini kami melihat macam macam koleksi ribuan spesies binatang mamalia,reptilia,serangga,burung ,ikan,dan molluska yang di awetkan.
Bogor botanical garden
         Kebun raya bogor sangat luas , jika anda mengelilingi dengan berjalan kaki maka akan cukup membuat kaki anda terasa sakit . tapi jangan khawatir, karena tersedia mobil wisata bagi pengunjung dengan biaya berkisar 15.000 rupiah per-orang.tidak hanya mengelilingi krb,namun juga mendapat tour guide yaitu supirnya sendiri yang akan menjelaskan mengenai berbagai koleksi tumbuhan yang ada di krb ini,selama 20 menit. Kami ingin lebih santai menjelajahi krb ini, maka kami lebih memilih jalan kaki untuk melihat keindahan  pepohonan dan tumbuhan disini ,hitung2 hemat biaya ...hhehe :D . berjalan mengelilingi krb mengharuskan kami beristirahat,tapi hal itu tak perlu disesallkan karena di setiap lokasi di krb di fasilitasi tempat duduk yanng nyaman .tidak lupa juga kami berfoto foto di setiap waktu,tempat dan di setiap keadaan di kebun raya bogor ini .
bogor botanical garden
         Setelah berjalan cukup lama mengelilingi indahnya Kebun raya bogor , rasa lapar pun menghampiri. Kami pun mencari tempat yang pas untuk makan dan sambil beristirahat santai .akhirnya kami menemukan sebuah tempat yang pas dengan pemandangan rerumputan dan dedaunan hijau yang indah yaitu disebuah gazibu yang terletak disebelah kiri Cafe de’Daunan . Petualangan kami tak terhenti disini ,setelah selesai makan perjalanan kami lanjutkan menuju ke jembatan gantung atau yang biasa disebut jembatan merah . berfoto foto dan bercanda ria mengiringi perjalanan kami .puas berfoto foto di jembatan gantung dan karena hari sudah semakin sore ,kamipun memutuskan untuk mengakhiri perjalan kami di Kebun raya bogor ini  .
         Diperjalan pulang,ada sedikit kejadian yang bisa dibilang kejadian tidak enak . pada saat perjalanan pulang kami menggunakan transportasi yang sama yaitu kereta api krl ,karena tidak ada yang langsung ke stasiun Tanah abang atau pun Parung panjang . kami menaiki krl ekonomi dengan jurusan Bogor-Jakarta kota dan turun atau transit di stasiun Manggarai , karena stasiun manggarai adalah titik pertemuannya kereta dari arah Tanah abang ,Jakarta kota,bekasi,dan Bogor . Sesampainya di Stasiun Manggarai kami langsung membeli tiket tujuan tanah abang . sambil membeli tiket saya menanyakan kepada petugas loket ,“ini keretanya jalur berapa pak?? “ jalur 5 de!!”” dan otomatis kami langsung ke peron jalur 5 .setelah keretanya datang ,dengan percaya diri kami pun masuk kedalam kereta tersebut . beberapa saat setelah keretanya berangkat ,iseng iseng saya bertanya kepada seorang pria ,”mas mau kemana?,”, “ke kota de..” ,ujar si pria itu.. “loh,emang ini kereta kemana mas ?” kejakarta kota lah”! .. “haahh!!*%$&#*!!!” Sesaat kami terdiam dan mengatakan ‘‘pasrah’’  karena rupanya kami salah menaiki kereta. Ternyata benar ,benarbenar salah maksudnyaa..,karena ,jika benar ini ketanah abang seharusnya setelah manggarai pemberentian selanjutnya adalah stasiun  sudirman,tapi yang kami lewati adalah stasiun cikini dan memang benar kereta ini benar benar jurusan kota  (hoooalaah kita nyasar -_- ).dan terpaksa kami harus ikut turun di Stasiun jakarta kota walaupun sama saja muter dan lebih jauh. Di stasiun kota kami naik kereta menuju tanah abang ,transit ,dan naik lagi kereta menuju parung panjang,#ribet banget kan? .

       Setibanya di Stasiun parung panjang kami naik angkutan umun jurusan curug , dan Alhamdulilah  akhirnya kami sampai rumah ,walaupun perjalanan pulang lebih lama dari pada berangkat . bayangkan saja , kami pulang dari bogor jam 16.30 wib dan sampai rumah jam 21.30 wib hanya karena salah naik kereta . Terlepas dari hal itu, kunjungan ke KRB bagi kami sangatlah funtastic. Karena selain kita mendapat pengetahuan alam, zoologi, fitologi dan history kita juga dapat merasakan keindahan serta kesejukan panorama alam yang jarang sekali kita temukan di tangerang atau jakarta. Great holiday.. thank you Kebun raya bogor.

Selasa, 21 Februari 2012

Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS )



Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

Latar belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

[sunting]Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.
Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
  • Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
  • Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
    1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
    2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
    3. mempertinggi budi pekerti,
    4. memperkuat kepribadian,
    5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  • Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
  • Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
  • Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.

Struktur organisasi

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
  • Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
  • Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
  • Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
  • Ketua Umum
  • Wakil Ketua I
  • Wakil Ketua II
  • Sekretaris Umum
  • Sektetaris I
  • Sekretaris II
  • Bendahara
  • Wakil Bendahara
  • Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

Arti lambang

Arti bentuk dan warna lambang OSIS:

Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga

Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

Buku terbuka

Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Kunci pas

Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

Tangan terbuka

Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

Biduk

Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.

Pelangi merah putih

Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.

Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas

Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.

Warna kuning

Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.

Warna coklat

Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.

Warna merah putih

Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.